Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kategori

Rabu, Desember 11, 2013

Penilaian Kerja Guru (PKG ) memberatkankah ?

Lahirnya Permenegpan dan RB N0.16 /2009 bertujuan untuk meningkatkan

kompetensi dan Profesionalisme guru sebagai tenaga profesional yang

mempunyai fungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional sebagaimana

yang diamanatkan dalam Undang Undang Pendidikan Nasional. 

Salah satu perubahan yang mendasar dalam Permen ini adanya Penilaian
Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). 

Yang mana ketika dulunya lebih bersifat administratif dengan tmpukan kertas -
kertas menjadi lebih praktif, berorientasi kualitatif dan kuantitatif sehingga guru
akan lebih bersemangat dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitasnya,

Untuk lebih jelasnya bisa di unduh beberapa referensi dan pedoman pelaksanaan PKG / PKB di sini.

Pertanyaan yang mendasar bagi saya pribadi adalah :

  a.  apakah guru sanggup ??

  b. apakah guru mampu ??

melihat beratnya tugas dan beban guru saat ini dalam berbagai tuntutan yang ada saat ini sudah sangat menyita waktu, beban mengajar minimal 24 jam perminggu yang syarat mutlak agar Tunjangan Sertifikasinya lancar sudah menyebabkan guru kewalahan, 

24 jam / minggu saya terjemahkan adalah tidak ada waktu bagi guru untuk melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan profesinya. Artinya selain memberikan layanan pembelajaran, guru juga dituntut agar melakukan persiapan dalam pembelajaran seperti menyusun perangkat pembelajaran, rencana pembelajaran serta menyiapkan program evaluasi dan tindak lanjutnya. 

Guru juga dituntut untuk mengenal karakter individu siswanya masing-masing,  jika guru mengajar 24 jam artinya minimal ada 4 rombel yang akan diberi layanan. Dalam satu rombel minimal 32 siswa, dan mari kita mengenali karakter dan perkembangan siswa sebanya 32 x 4 =   128 orang dalam satu semester.     Pekerjaan hebat bukan ??

Nah kembali ke topik utama masalah PKB/PKB, disini saya menterjemahkan guru melaksanakan tugas sesuai dengan pedoman dan UU yang sudah ditetapkan sebelumnya, tentunya jika benar-benar dijalankan maka PKG tidak akan menjadi masalah. Ingat saya ulangi lagi jika benar-benar dijalankan tugas-tugas da kompetensi guru 14 item itu lho. Silahkan lihat sendiri buku pedoman untuk mengetahui 14 kompetensi guru tersebut. 

Masalah utama yang muncul adalah dalam hal Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. 

Yah ini dia yang saya maksud, agar mencukupi angka kredit untuk proses kenaikan jenjang karir guru WAJIB melakukan PKB antara lain :

1. Pengembangan Diri 
    a.  Diklat Fungsional 
    b.  Kegiatan Kolektif Guru

2. Publikasi Ilmiah
    a.  Presentasi pada forum ilmiah
    b.  Publikasi Ilmiah atas hasil penelitian
    c.  Publikasi buku pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru
 
3. Karya Inovatif.
    a.  Menemukan teknologi tepat guna
    b.  Menemukan / menciptakan karya seni
    c.  Membuat / memodifikasi alat pelajaran / alat pera

Disebutkan di juknis diatas PKB bertujuan umum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.


Nah mari kita sama-sama renungkan dan berpikir, apakah Guru sanggup menjalani segala proses Penilaian Kinerja dan Profesi Guru diatas ?? 

 


Continue Reading »

Kamis, November 21, 2013

Edmodo Salah Satu alternatif penerapan Blended Learning

Yah kenapa dengan Blended Learning ?

Sebelumnya apa itu blended learning ?

Carliner (2005) menyebutkan Blended Learning adalah integrasi atau menggabungkan program pengajaran yang bersifat klasikal (tatap muka) dengan Pembelajaran Berbasis Web (Online).
Selain itu Bershin (2004) menjelaskan "Blended learning is a combination of different training media: technologies, activities, and types of events to create an optimum training program for a specific audience".

Nah artinya guru bisa merancang pembelajaran yang mampu menggabungkan berbagai media terutama pembelajaran Face to Face dengan Pembelajaran Jarak Jauh.

Disini pembelajaran jarak jauh bertujuan sebagai perpanjangan interaksi guru dan siswa bisa berupa program pengayaan maupun remedial. Karena tidak menyita waktu di sekolah serta mampu meningkatkan aktivitas dan kreatifias siswa.

Edmodo merupakan microblogging yang sedang populer saat ini di belahan dunia, karena tampilan / user interface yang mirip facebook mampu menarik perhatian dan minat siswa.

Lebih lanjut bagaimana pemanfaatan Edmodo dalam pembelajaran ini saya sempat tuangkan dalam bentuk makalah yang bisa di unduh disini



Continue Reading »

Kamis, September 26, 2013

Alhamdulilah Siswa TKJ SMK Salemba Sudah mulai Mampu Menulis

Berawal dari sebuah keterpaksaan yang saya berikan kepada para siswa agar mampu menuliskan pengalaman mereka dalam melaksanakan pebelajaran teori maupun praktek dalam dokumentasi tertulis.

Hasilnya menjadi sebuah portofolio tulisan maupun laporan yang bermanfaat buat siswa lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa mampu mempunyai jiwa menulis dan menumbuhkan minat berbagi dan sharing tentang apa yang mereka ketahui.

Untuk itu berikut saya lampirkan sebuah contoh laporan praktek Membangun Jaringan  Peer to Peer kelas XI TKJ SMKN 1 Lembah Melintang..

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini.

Silahkan dicobakan di kelas anda,
Continue Reading »

Sabtu, Desember 15, 2012

Persiapkan Diri Anda Untuk UKG 2013

Pada tanggal 10-12 Desember 2012 kemarin saya terpilih menjadi salah satu undangan untuk acara Sinergi Operator TUK UKG - Operator Pusat dan Pengembang di Grand Jaya Raya Puncak Bogor. 

Dari hasil desiminasi tersebut selain bisa berkenalan dengan pengembang Pak Rafie Pawelanngi, dan juga bisa berkenalan dengan para Admin/Operator perwakilan Kab/kota se Indonesia.

Nah pada kesempatan itu ada beberapa poin yang menjadi pembeda antara UKG 2012 dan UKG 2013 yang bersifat Fundamental, antara lain bersifat perubahan dari segi sistem, dan juga perubahan dari segi teknis, Dalam tulisan kali ini saya akan coba lampirkan beberapa poin tersebut, :


  1. UKG 2012 Merupakan Evaluasi Guru yang telah tersertifikasi, sedangkan UKG 2013 adalah Ujian Untuk Calon Guru penerima Sertifikasi.
  2. UKG 2012 Merupakan sarana pemetaan Guru Bersertifikasi, sedangkan 2013 adalah sarana seleksi menuju PLPG, artinya bagi guru calon penerima sertifikasi yang akan mengikuti Pola PLPG wajib lulus UKG 2013.
  3. TUK (Tempat Uji Kompetensi ) menjadi tolak punggung pelaksanaan UKG 2013, artinya dibutuhkan kesiapan SDM dan Sumber Daya Perangkat yang memadai, Mendukung Visi dan Misi Pelaksanaan UKG 2013 menuju 0 Kesalahan (Zero Failed)
UKG 2013 secara fundamental menuju sistem 0 Kesalahan, artinya tidak ad reset peserta ujian seperti yang terjadi di 2012. untuk itu dibutuhkan kesiapan Sarana yang memadai, seperti perangkat jaringan dan Internet yang cukup. Kesalahan Koneksi bisa mengakibatkan gagal upload nilai peserta. 

UKG 2013 akan memperlihatkan hasil Lulus/Tidak Lulus. Jika Peserta lulus bisa melanjut ke pola PLPG, jika peserta tidak lulus maka belum bisa menuju PLPG, untuk itu sebagai tindak lanjut belum dibahas bagaimana status calon peserta sertifikasi yang tidak lulus UKG. 

Untuk mendukung program UKG 2013 yang akan direncanakan Februari 2012, Pihak Badan BPSDPM Kemdiknas sedang mempersiapkan data peserta yang dituangkan di Aplikasi AP2SG yang merupakan sistem penentuan calon peserta sertifikasi berdasarkan kriteria yang ada di UU N0.5 tahun 2007 Mengenai Syarat Calon Peserta Sertifikasi. 

Semoga pelaksanaan UKG 2013 ini bisa menjadi sarana terbaik untuk menjaring Guru Profesional, yang disertai dengan kesiapan Infrastruktur Teknis, serta soal-soal ujian yang valid dan reliable. 

Mari Para Guru Muda, persiapkan diri anda untuk  UKG 2013 menuju Guru Profesional.

Untuk lebih jelasnya silahkan unduh file presentasi pengembang disini.

Terimakasih
Continue Reading »

Sabtu, November 24, 2012

Digital Imigrant VS Digital Native

Salah satu materi kuliah yang cukup menarik bagi saya di PTIK UNP yaitu Mengenai Implementasi TIK pada kurikukum Pendidikan, Kuliah ini dibimbing oleh Pak Adri

Gammbaran umum dari materi ini saya dikenalkan dengan istilah Digital Imigrant VS Digital Native.
Satu istilah baru yang cukup menarik dan sering terlihat di sekeliling kita.

Kelompok Digital Imigrant itu ditandai dengan sekelompok orang yang mulai mengalihkan aktifitas dan kegiatan dari sistem konvensional menjadi sistem digital, misal seorang guru ketika masa kecil dan menjadi seorang guru sediakalanya masih menggunakan media konvensional sebagai pendukung profesinya. 
Dan dengan adanya teknologi digital para guru terpaksa mengalihkan alat bantu (aid) dari sistem manual ke sistem Digital. Seperti HP, Komputer, Gadget dan Lainnya.

Sedangkan kelompok Digital Native itu ditandai dengan seorang anak yang ketika dia lahir ke dunia pun sudah langsung dikenalkan dengan Teknologi Digital, dan kesehariannya dalam pertumbuhannya dikelilingi oleh Karya-karya Digital .

Tantangan baru dunia pendidikan saat ini itu mengarah kepada Sinkronisasi Para Pelaku di Kelompok Digital Imigrant dan Digital Native..

Bayangkan guru yang baru kenal teknologi harus mengajar anak-anak yang sudah terbiasa dengan teknologi.

Continue Reading »

Selasa, November 20, 2012

Contoh Laporan Praktikum Client Server TKJ

Berikut ini adalah contoh laporan Hasil Praktikum TKJ Dengan Mata Diklat Membangun Jaringan Client Server.

Silahkan di klik disini untuk mendapatkan laporan lengkap.

Terimakasih

Continue Reading »

Jumat, Juni 22, 2012

Mewujudkan Mimpi Yang Tertunda

Aku punya impian untuk mengeyam pendidikan setinggi mungkin. Begitu nikmat rasanya belajar ini. Baik itu pendidikan formal maupun non-formal. Dulu aku punya cita-cita untuk menjadi dosen. Begitu kuatnya keinginan itu membuatku ingin terus belajar dan mengembangkan diri. Namun ketika itu terkendala dengan gelas Magister yang merupkan syarat utama untuk mengajukan lamaran..
Hehe, begitu mahal rasanya membayangkan biaya yang dibutuhkn untuk duduk dibangku Pasca Sarjana. Ketika itu kukuburkan sejenak impianku untuk bisa menjadi Dosen.. Hehehe

Namun ambisiku untuk bisa menyenyam pendidikan Magister tak kukuburkan kawan.. Rugi rasanya menguburkan impian itu. Ketika aku menjadi Abdi Negara di kabupaten Pasaman Barat, rasanya Magister semakin dekat. Ku coba terus-terusan mencari informasi mengenai peluang untuk itu. Ketik buka Google pertama kali yang terlintas di otaku adalah membuka website UGM, ITS, dan UNP (Almamaterku). Berharap ada disana kesemptan kecil buat anak miskin yang punya cita-cita tinggi ini. 

Sempat aku ikut seleksi Beasiswa Unggulan di ITB. Namun terpatahkan oleh Aturan Pemda Pasaman Barat yang agak melarang Guru untuk mendapatkn Tugas Belajar dimana dengan tugas belajar otomatis aku meninggalkan tugas utamaku sebagai Guru untuk belajar beberapa tahun. Hehe..alasan penolakan sepertinya tidak layak aku ceritakan disini kawan.(Rahasia Daerah..)

Namun ku tidak putus asa, cara agar aku bisa Kuliah S2 itu harus di Provinsi Sumatra Barat. Agar tidak terkena aturan tugas belajar. Ya, harus di sumatra barat. Anganku langsung menerawang ke Almamaterku. Sempat ketika itu ada Peluang Beasiswa Dari Kemkominfo dalam bentuk CIO (Chief Information Officer)
Bersemangat aku mengikutinya, melalui tahapan-tahapan nya mulai Tes TOEFL, dan Tes TUlis. TOEFL ku bisa kuraih 420 (tidak jelek-jelek amat bagi pemula kawan). namun kenyataannya setelah seleksi dan pengumuman kelulusan aku tidak masuk dalam daftar nama-nama yang beruntung tersebut. Ternyata Program CIO tidak diperuntukkan kepada Pegawai Negeri Fungsional seperti Guru kawan. Pupuslah dia. 

Tapi jangan kira aku menyerah kawan., kembali ku sabar menunggu tahun berjalan, sambil mengasah kemampuan Bahasa Inggris ku, TPA ku., dan Pertengahan April, aku mendengar ada Beasiswa Dinas Pendidikan Sumatra Barat kepada Guru SMK untuk mengikuti Perkuliahan S2 di FT- UNP. Waw..itu sebuah peluang ku. Kembli bersemangat untuk mengikuti program tersebut, dan melalui tes-tes yang dibutuhkan untuk menjaring calon penerima Beasiswa. 

Alhamdulillah..Allah memberikan aku kesempatan untuk mewujudkan mimpiku yang tertunda tersebut. Aku lulus mendapatkan beasiswa tersebut. Semoga aku bisa terus memberikan kebahagian kepada Orangtuaku dengan Beasiswa ini. Jangan kira anak Tukang Jahit Tradisional yang hanya tamat SD tidak bisa jadi Master kawan. Semoga kubisa jalani dan menyelesaikan itu dengan baik. Amiin

Dan ku mulai merasa saatnya aku gali kembali kuburan mimpiku..Karen di kuburan tersebut ada mimpiku Untuk Menjadi Dosen. Dekat rasanya untuk bisa menjadi dosen apabila aku telah berhasil meraih Gelar Magister. Semoga ya Allah.



Continue Reading »

Jumat, Juni 01, 2012

Guru Menulis ? Kenapa Tidak !

Satu momok yang sering menjadi halangan bagi peningkatan karir guru adalah dalam membuat karya tulis. 

Karya tulis begitu menyeramkan di mata sebagian pendidik di tanah air. Hal itu disebabkan karena tidak 

terbiasa dalam menulis serta referensi yang minim untuk membuat satu tulisan. 

Jika diperhatikan dan di renungkan sejenak. Guru semestinya tidak susah untuk menulis, karena guru 

terbiasa menulis dan membaca. untuk keluar dari kebuntuan menuliskan Karya TUlis yang baik, mulailah 

dengan cara berikut ini .

1. Biasakan menuliskan apa yang telah dikerjakan misalnya riwayat pelaksanaan proses PBM yang biasa   dilakukan di kelas.

2. Biasakan menuliskan rencana yang akan di lakukan ketika masuk kelas hal ini biasa tertuang dalam RPP.

3. Biasakan membuat kesimpulan dari Hasil Proses PBM yang telah dilakukan

4. Buatlah sebuah Blog / Social Media untuk publikasikan tulisan-tulisan yang telah dimulai tersebut, karena Blog / Sosial Media kitalah sebagai Pimpinan Redaksi, Editor dan Penerbit nya, Tak usah ragu meskipun tulisan kita tidak dipublikasikan di Media - Media Resmi kita punya Media sendiri dan Pembaca Sendiri. Hal ini akan menimbulkan rasa percaya diri Guru dalam menulis.

Langkah- langkah tersebut terbukti ampuh untuk mengasah kemampuan guru menulis, sehingga untuk 

membuat Karya Tulis Ilmiah yang mempunyai Format Baku, serta hasil kajian Empiris tinggal mengoles 

sedikit berupa teknik pengamatan, penelitian serta pengambilan Kesimpulan saja. Saya kira hal tersebut 

tidak akan sulit.

Bagian tersulit dalam Melahirkan Karya Tulis adalah memulai menulis

Jadi Bapak / Ibu Guru sekalian. Ayo Mulailah menulis. 
Continue Reading »